Ditolak Tottenham Hotspur, Gennaro Gattuso: Saya Tidak Rasis, Seksis, Anti-Gay!
Gennaro Gattuso membantah dirinya rasis, seksis atau anti-gay setelah adanya penolakan dari Tottenham Hotspur untuk mempekerjakannya sebagai manajer karena rekam jejak masa lalunya.
Tottenham sebelumnya dilaporkan mundur dari negosiasi dengan Gattuso menyusul adanya reaksi penolakan dari fans di dunia maya karena komentar kontroversial yang pernah diucapkannya di masa lalu dan tagar #NoToGattuso menjadi tren di Twitter di Inggris.
Gattuso juga terlibat dalam pertengkaran di pinggir lapangan dengan bekas staf pelatih Spurs, Joe Jordan saat masih bermain untuk AC Milan di Liga Champions pada 2011, dan eks pelatih Napoli itu lebih yakin bahwa insiden itu yang menggagalkan kepindahannya ke London utara.
“Saya sukar percaya bahwa itu [komentar kontroversialnya di masa lalu] menjadi alasan kepindahan ke Tottenham tidak terjadi,” kata Gattuso kepada La Repubblica.
“Kemungkinan besar, momen pertengkaran saya dengan Joe Jordan, asisten manajer mereka saat itu, masih dalam ingatan fans mereka.”
“Saya jelas bukan sosok yang rasis, atau seksis atau homofobia: komentar saya sebelumnya telah disalahpahami. Mengapa Anda tidak bertanya kepada mantan rekan setim atau mantan pemain saya tentang hubungan saya dengan mereka?”
“Saya pernah dijuluki sebagai terrone [penghinaan khas yang ditujukan pada orang-orang dari selatan Italia] di setiap stadion, sebagai seorang rasis saya tidak akan terlalu kredibel.”
“Para pejuang keyboard sangat berbahaya dan kerap disepelekan. Saya seorang tokoh masyarakat dan memiliki kekuatan untuk bereaksi terhadap fitnah, tetapi tidak semua orang dapat menerimanya. Ada orang-orang yang, karena kelemahannya, tidak dapat menerimanya.”
Gattuso menjadi kandidat potensial sebagai manajer baru Spurs setelah meninggalkan Fiorentina, hanya 23 hari usai penunjukannya sebagai pelatih baru.